Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang Tips Membuat Kompos Dari Jerami, Mudah dan Praktis. Ingin tahu tipsnya? Simak dibawah ini,
Membudidaya tanaman yang baik pastinya tidak lepas dari penggunaan pupuk. Ada 2 macam pupuk yaitu pupuk kimia dan pupuk kompos. Pupuk kimia merupakan pupuk yang berasal dari campuran unsur-unsur, yang diproses secara kimiawi.
Pupuk kompos sendiri merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami misalnya dedaunan, batang, buah dan akar tanaman yang diproses melalui fermentasi atau pengomposan. Kompos ini juga sering disebut sebagai pupuk organik.
Jerami merupakan salah satu bagian dari tanaman padi yang tersisa setelah proses pemanenan selesai. Untuk para petani jerami juga sering memanfaatkannya untuk pakan ternak, namun hanya sebagian saja. Bahkan, kebanyakan petani justru meninggalkan jerami dipematang sawah dan kemudian dibakar.
Oleh karena itu, tips membuat kompos dari jerami akan dibahas kali ini di aetikel ini,
Mengenal Tips Membuat Kompos dari Jerami

Hal yang harus Anda ketahui tentang manfaat jerami untuk tanaman yaitu, bisa menambah kadar hara tanah, menyuburkan tanah dan mengurai tanah menjadi gembur, jadi membuat nutrisi tanah bisa diserap oleh tanaman dengan sempurna.
Penggunaan kompos jerami untuk lahan pertanian secara kontinunitas juga bisa meningkatkan kesuburan tanah dan mempengaruhi peningkatan produktivitas tanaman yang Anda budidayakan. Berdasarkan hasil pengujian yang sudah dilakukan, kompos jerami mempunyai kandungan unsur hara yang lebih banyak daripada pupuk kimia.
Komponen Utama Pembuatan Kompos Jerami
-
Harus Sesuai Dengan Kondisi Wilayah
Seperti halnya ketika budidaya tanaman, cara pembuatan kompos juga sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dilingkungan Anda tinggal. Maka dibutuhkan perlakuan yang berbeda pada setiap kondisi wilayah satu sama lainnya.
Apabila Anda tinggal di wilayah kering seperti dataran rendah dan bercuaca panas, maka cara pembuatan kompos jerami bisa Anda lakukan di dalam lubang. Tujuannya untuk mengurangi adanya penguapan dan meminimalisir berkurangnya unsur N.
Sedangkan, untuk wilayah yang cukup basah atau memiliki tingkat curah hujan yang tinggi, maka cara pembuatan kompos bisa dilakukan di atas permukaan tanah. Namun, apabila Anda tinggal di wilayah yang tergenang air seperti daerah rawa, maka cara pembuatan kompos bisa Anda lakukan di daerah yang cukup tinggi seperti galengan. Tujuannya agar tingkat kelembabannya tidak terlalu tinggi dan tidak menghambat proses cara pembuatan kompos jerami.
-
Wajib Menggunakan Dekomposer
Dekomposter atau zat pengurai adalah organisme yang bisa mencerna bahan-bahan organik dan memprosesnya kembali menjadi hara yang bisa diserap dengan baik oleh tanaman.
terdapat berbagai macam jenis dekomposer cara pembuatan kompos jerami. Mulai dari dekomposer buatan yang banyak dijual di pasaran seperti dekomposer lokal (MOL), EM4, tetes tebu dan Ragi. Bahkan ada juga dekomposer dari hewan kecil seperti cacing, dan juga dekomposer yang dibuat dari kotoran ternak.
Dekomposter ini mempunyai peran vital dalam teknis cara pembuatan kompos jerami, yang dimana dalam prosesnya dekomposter bisa Anda gunakan untuk mengubah jerami menjadi pupuk kompos yang siap digunakan.
Tips Membuat Kompos dari Jerami
- Pertama, siapkan jerami padi seberat 1 kwintal yang sudah dipotong menggunakan mesin perajang rumput
- Kedua, buat lubang pengomposan dengan ukuran 1,5 m x 1 m x 1 m.
- Ketiga, masukkan jerami ke lubang pengomposan sampai mencapai ketebalan sekitar 20 cm.
- Kemudian, tambahkan air sebanyak 1 ember di atas permukaan jerami tadi.
- Setelah itu, bisa Anda tambahkan mikroba pengompos atau dekomposer pada jerami yang telah dibasahi tadi, Anda bisa mengunakan Mol atau EM4 Cair.
- Lalu, Anda ulangi lagi langkah 3 sampai 5 secara terus menerus sampai semua jerami masuk ke dalam lubang.
- Terakhir, tutup jerami yang muncul ke permukaan dengan plastik berwarna gelap atau plastik mulsa.
Proses pengomposan ini bisa berlangsung sekitar 2 hingga 3 bulan atau sampai kompos benar-benar matang. Jika Anda ingin mempersingkat waktu proses pengomposan, maka Anda bisa menambahkan aktivator.
Lalu untuk mengetahui apakah kompos jerami sudah siap digunakan atau belum, Anda bisa mengeceknya dengan memegangnya. Apabila tekstur dari kompos jerami terasa sedikit lunak, namun masih ada beberapa bagian yang masih kasar, dengan berwarna coklat dan mulai ditumbuhi hifa jamur yang berwarna putih, serta aroma mulai berubah berganti-ganti dari aroma alkohol bahkan aroma amonia atau tengik.
Setelah beberapa minggu kemudian, aroma amonia sudah berganti kembali menjadi aroma alkohol yang menandakan jika pupuk kompos jerami sudah siap untuk Anda gunakan.
Saya adalah seorang penulis di resep2masakan.com yang memiliki hasrat besar terhadap teknologi, khususnya teknologi IT. Saya juga senang untuk terus belajar dan membagikan informasi tentang bisnis maupun tips terkini.