October 7, 2026
jarak tanam porang yang benar

Jarak tanam porang yang benar dan cara menanamnya – Porang adalah tanaman dengan nama latin Amorphophallus. Porang adalah jenis umbi-umbian dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi Karena khasiat tanaman porang sangat berguna. Mengutip dari situs Indonesia.go.id, Berdasarkan data Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) atau Badan Karantina Pertanian (Barantan). mengemukakan, semester pertama 2021, Jumlah nilai ekspor porang indonesia mencapai hinnga 14,8 ribu ton dimana nilai angka tersebut melebihi jumlah ekspor pada tahun 2019 dengan jumlah eskpor porang yang hanya mencapai 5,7 ribu ton, kenaikan ini menunjukkan aktivitas ekspor porang naik hingga 160 persen.

Budidaya Tanaman Porang dan Jarak Tanam Porang yang Benar

jarak tanam porang yang benar

Dengan adanya permintaan pasar yang cukup tinggi, hal ini membuka peluang usaha budidaya tanaman porang melunjak naik. Namun jika ingin membuka budidaya orang sebaiknya Anda sudah memahami bagaimana cara budidaya tanaman yang baik, berikut adalah rangkumannya.

1. Pengolahan Tanah dan Jarak Tanam Porang Yang Benar menggunakan bibit

Sebagai media tempat tanaman porang ditanam, pengolahan tanah memiliki peranan penting. Layaknya seperti tanamana umbi-umbian lainnya yang lebih disukai media tanah yang digunakan tanah yang gembur dan pinggir kota.

Tutup lubang menggunakan tanah bagian atas bila menggunakan bibit yang berasal dari umbi porang. berikan pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos pada tanam dengan ukuran 60 x 60 x 45 cm, dengan jarak kira-kira sekitar 90 x 90 cm. Jika porang dirancang agar umbi poramg yang dihasilkan kecil sampai sedang, maka jarak antar lubang dikurangi menjadi 60 x 60 cm.

Sedangkan bila menggunakan bibit/katak, lebih disarankan untuk membuat lantai yang memanjang sesuai kontur atau lereng.

Setelah tanah diolah dengan jarak antar tumpukan tanah 90 cm dan tanam bubil ke tumpukan 90 cm.

2. Pemilihan Bibit

Bibit yang memiliki berat 500 gram lebih baik ditanam pada kedalaman 90×90 cm antar jarak satu bibit ke bibit lainnya. jarak ini merupakan kondisi ideal dalam memproduksi ubi tanaman porang. Sedangkan jika menggunakan umbi atau potongan umbi dengan berat 200 gram lebih baik ditanam dengan jarak 30 x 30 cm dan akan menghasilkan umbi porang seberat 500 gram. Sebagai informasi apa bila Anda ingin menghasilkan umbi porang yang lebih besar akan membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 tahun.

Setelah memanen umbi porang, umbi porang harus disimpan dengan masa masa dormasi 3-4 bulan sehingga umbi porang siap tanam. Maka, untuk mencegah bibit agar tidak terserang serangan patogen jamur tanah yang direndam terlebih dahulu dalam campuran fungisida mankozeb (0,2%) +insektisida monokrotofos (0,05%) selama 10 menit dan keringkan bibit di tempat yang ternaungi.

Kalian dapat langsung menanam bubil pada lahan yang sudah dilubangi. Untuk yang berukuran sedang 5  cm dan besar 10 cm sama baiknya dijadikan bibit.

Biji juga bisa dijadikan bibit porang. Namun, kemungkinan untuk berhasilnya cukup rendah yaitu sekitar 40%, yang dilakukan dengan proses penyemaian di tas media tanam pasit atau tanah remah .

3. Jarak Tanam Porang Yang Benar

Jarak tanam sangat berpengaruh untuk umur panen yang diinginkan, jika umur 8 bulan pertama, maka jarak tanam harus 30 cm x 30 cm, lalu jika rencana panen tahun ke dua sebaiknya jarak tanam 45 cm x 45 cm. Jika periode panen tahun ke tiga maka perlu jarak tanam yang lebih lebar 60 cm x 60 cm.

4. Kedalaman tanam

Semakin dalam ukuran penanaman porang akan sulit peranakan, gunakan dalaman tanah sekitar 10 cm dari permukaan tanah yang ideal untuk penanaman porang. Tapi untuk menentukan kedalaman juga harus ditentukan melalui bibit yang ingin ditanam. Jika digunakan umbi kata (bulbil), cukup sekitar 5 cm. Lalu apa bila kalian menanam umbi dengan ukuran kecil denhan berat 200 gram maka tanam pada kedalaman 10 cm, dan 15 cm ditanam pada kedalaman untuk bibit lebih besar.

5. Penyiangan

Lakukan penyiagaan gulma pada awal sebelum kanopi menutup, umumnya dilakukan secara manual pada umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam. Dengan tidak melewatkan proses ini maka hasil meningkat 34-285 persen. lalukan penyiagaan selama 2 kali saat pertumbuhan porang, yaitu pada umur 2 dan 4 bulan.

6. Pengelolaan air

Untuk menghasilkan tanah yang optimal dan diperlukan dengan kelembaban yang memadai, terutama pada awal pertumbuhan tanaman. Kandungan udara kurang dari 40 persen kapasitas udara lapangan, maka akar akan lebih cepat kering dibandingkan dengan kondisi normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *